Musrenbang Desa Ranubedali Anggaran Transparan, Usulan Warga Jadi Perhatian

  • Sep 11, 2025
  • Anton Prabowo
  • Pemerintahan

KIMRANUBEDALISQUAD – Pemerintah Desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada Kamis (11/9/2025) di Balai Desa Ranubedali. Forum ini dihadiri perwakilan Camat Ranuyoso, Babinsa, pendamping desa, BPD beserta anggota, kader kesehatan, pengurus BUMDes, pengurus koperasi Merah Putih, ketua RT/RW, LKMD, serta tokoh masyarakat.

Dalam Musrenbang tersebut, ditetapkan sejumlah program prioritas untuk dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) tahun 2026. Adapun kegiatan prioritas meliputi:

• Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar 10% dari Dana Desa (DD).

• Program ketahanan pangan.

• Kegiatan yang mendukung mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

• Penganggaran Rp18 juta per Posyandu.

• Pengadaan wifi desa sesuai spesifikasi yang ditentukan.

• Penyertaan modal untuk BUMDes.

• Fasilitasi kegiatan Perdes Lembaga Adat (jika ada).

• Peningkatan kapasitas lembaga pemerintahan dan lembaga kemasyarakatan.

Selain itu, Musrenbang juga memastikan usulan hasil Musrenbangcam serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) masuk dalam RKPDesa 2026. Dari BKK Provinsi, terdapat sejumlah program yang diusulkan, antara lain peningkatan kapasitas kelembagaan BUMDes, peningkatan kapasitas teknologi tepat guna, pelatihan pengelolaan BUMDes, serta fasilitasi program pemberdayaan BUMDes seperti Jatim Puspa dan Desa Berdaya.

Hasan, selaku Kepala Urusan Perencanaan Desa, menegaskan bahwa setiap usulan pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan aturan yang berlaku.

“Tidak semua usulan bisa langsung dibangun oleh desa, karena kami harus memastikan apakah itu memang kewenangan desa atau bukan. Jika bukan, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Namun, pemerintah desa akan tetap berupaya mencarikan solusi, misalnya melalui dukungan anggaran dari dewan atau program BKK,” jelasnya.

Sementara itu, Agung Dwi selaku perwakilan Kepala Desa Ranubedali menekankan pentingnya kebersamaan dalam perencanaan pembangunan.

“Musrenbang ini bukan sekadar rapat formal, tetapi wadah untuk menyatukan pikiran, menyamakan langkah, dan menumbuhkan semangat gotong-royong. Apa yang kita rencanakan hari ini adalah untuk masa depan desa kita bersama. Dengan keterbukaan dan pengelolaan dana desa yang transparan, kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara nyata,” ujarnya.

Pertemuan Musrenbang ini tidak hanya menjadi forum penyampaian usulan, tetapi juga sarana menyelaraskan pemikiran seluruh peserta agar bersama-sama membangun desa tercinta menjadi lebih baik dan maju dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah desa menegaskan komitmennya untuk mengelola dana desa dengan benar, transparan, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.