Sop Buah Kopi Danau, Usaha Sederhana di Wisata Ranubedali yang Mulai Menarik Perhatian

  • Mar 18, 2026
  • Anton Prabowo

KimRanubedaliSquad – Usaha minuman segar terus bermunculan di berbagai daerah, namun kehadiran Sop Buah Kopi Danau di kawasan wisata Danau Ranubedali menghadirkan cerita yang berbeda. Meski baru dirintis sejak Awal Ramadhan, usaha milik Pemerintah Desa Ranubedali ini mulai menarik perhatian para pengunjung dengan konsep sederhana, segar, dan harga yang terjangkau.

Berlokasi di Wisata Ranubedali, Dusun Krajan II, Desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, lapak ini lahir dari obrolan santai bersama rekan-rekannya, Kades Ranubedali Bapak Supriyadi, Cak Buyan Kenik, Bung Rohman Durroh, Abd. Rosyid dan Kp Anton. Dari diskusi ringan tersebut, mereka melihat potensi keramaian wisata, terutama pada sore hari, dan memutuskan untuk mencoba peruntungan di dunia usaha sop buah.

“Berangkat dari obrolan ringan, akhirnya kami sepakat mencoba peruntungan. Kami ingin menghadirkan minuman yang benar-benar menyegarkan,” ujar Abdur Rosyid, Selasa (18/3/2026).

Mengusung konsep alami, Sop Buah Kopi Danau menawarkan berbagai varian minuman berbahan buah segar tanpa tambahan pewarna maupun pemanis buatan. Demi menjaga kualitas, bahan baku dibeli setiap hari dalam jumlah terbatas, sehingga kesegaran tetap terjaga.

Dalam kondisi normal, omzet harian usaha ini berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Namun, faktor cuaca menjadi tantangan utama. Saat cuaca cerah, penjualan meningkat seiring ramainya pengunjung. Sebaliknya, hujan membuat jumlah pembeli menurun drastis.

“Tantangan terbesar justru soal cuaca. Kalau mendung atau hujan, otomatis sepi. Tapi kami tetap harus hadir di lokasi,” jelasnya.

Strategi harga menjadi salah satu daya tarik utama. Dengan harga Rp5 ribu per cup, minuman ini mampu menjangkau berbagai kalangan pengunjung. Selain itu, promosi melalui media sosial serta layanan pesan antar (COD minimal 12 cup di wilayah Ranuyoso) turut membantu memperluas pasar.

Momentum Ramadan juga membawa berkah tersendiri. Permintaan meningkat karena sop buah menjadi pilihan favorit untuk berbuka puasa.

“Alhamdulillah, saat Ramadan pesanan meningkat. Banyak yang mencari minuman segar untuk berbuka,” tambahnya.

Di balik perjalanan usaha tersebut, terdapat berbagai pengalaman tak terlupakan. Mulai dari motor yang terendam banjir saat berbelanja bahan baku hingga pesanan yang tumpah saat proses pengantaran di jalan makadam.

Saat ini, Sop Buah Kopi Danau masih dijalankan sebagai usaha sampingan oleh tiga orang. Meski belum berencana membuka cabang, mereka terus berinovasi agar mampu bertahan di tengah persaingan dengan brand minuman modern.

Abdur Rosyid berharap adanya dukungan dari pemerintah, khususnya dalam kemudahan akses permodalan bagi pelaku UMKM. Ia juga mengandalkan loyalitas pelanggan sebagai kunci keberlanjutan usaha.

Dukungan tersebut mulai dirasakan dari Pemerintah Desa Ranubedali. Kepala Desa, Supriadi, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan ruang dan kemudahan bagi pelaku UMKM untuk berjualan di kawasan wisata, sekaligus mendorong promosi agar usaha lokal semakin dikenal luas.

“Kami berharap dukungan pemerintah dan masyarakat, agar usaha kecil seperti kami bisa terus bertahan dan berkembang ke depan,” pungkas Abdur.